Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Ibnu Batutah

Pencapaian Ibnu Battuta yang luar biasa itu, konon dirampas dan disembunyikan Kerajaan Prancis saat menjajah benua Afrika. ''Aku tinggalkan Tangier, kampung halamanku, pada Kamis 2 Rajab 725 H/ 14 Juni 1325 M. Saat itu usiaku baru 21 tahun empat bulan. Tujuanku adalah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah,'' kisah Ibnu Battuta - pengembara dan penjelajah Muslim terhebat di dunia -- membuka pengalaman perjalanan panjangnya dalam buku catatannya. Dengan penuh kesedihan, ia meninggalkan orangtua serta sahabat sahabatnya di Tangier. Tekadnya sudah bulat untuk menunaikan rukun iman kelima. Perjalananya menuju ke Baitullah telah membawanya bertualang dan menjelajahi dunia. Seorang diri, dia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia. ''Kehebatan Ibnu Battuta hanya dapat dibandingkan dengan pelancong terkemuka Eropa, Marcopolo (1254 M -1324 M),'' ujar Sejarawan Brockelmann mengag

Samudra Pasai, Khalifah Islam Nusantara

Sebuah negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah.'' Begitulah petualang Muslim asal Maroko, Ibnu Batutta, menggambarkan kekagumannya terhadap keindahan dan kemajuan Kerajaan Samudera Pasai yang sempat disinggahinya selama 15 hari pada tahun 1345 M. Dalam catatan perjalanan berjudul Tuhfat Al-Nazha, Ibnu Batutta menuturkan, pada masa itu Samudera Pasai telah menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Jauh sebelum 'Sang Pengembara Muslim' itu menginjakkan kakinya di kerajaan Muslim pertama di Nusantara itu, seorang penjelajah asal Venicia, Italia bernama Marco Polo pada tahun 1292 M. Marco Polo bertandang ke Samudera Pasai saat menjadi pemimpin rombongan yang membawa ratu dari Cina ke Persia. Bersama 2.000 pengikutnya, Marco Polo singgah dan menetap selama lima bulan di bumi 'Serambi Makkah' itu. Dalam kisah perjalanan berjudul Travel of Marco Polo, pelancong dari Eropa itu juga mengagumi kemajuan yang dicapai kerajaan yang terletak

Air Zam Zam

Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zam-Zam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.” [hadits Nabi Saw sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas Ra]. Zam-Zam berawal dari kisah perjuangan Siti Hajar mencari air untuk minum bayinya Ismail di padang antara bukit Shafa dan Marwah. Setelah bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah ternyata air ditemukan di bawah tendangan tumit Ismail. Nama Zam-Zam berasal dari teriakan Siti Hajar yang kaget dan berseru “zummi, zummi” [berkumpullah, berkumpullah]. Selama lebih dari 4.000 tahun, sumur Zam-Zam telah diminum sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering. Padahal air Zam-Zam gratis dapat diminum sepuasnya dengan sarana dan instalasi air Zam-Zam yang menyebar ke seluruh penjuru Mekah, tetap mengucur deras tak berhenti. Suatu keajaiban dan berkah bagi para jamaah haji yang berkunjung ke rumah Allah. Dari penelitian yang ada diketahui bahwa air Zam-Zam mengandung fluoride yang memiliki daya

MAHABBAH

Ya Aziz.......... Jika Cinta Adalah Ketertawanan Tawanlah Aku Dengan Cinta Kepada-Mu Agar Tidak Ada Lagi Yang Dapat Menawanku Selain Engkau Ya Rahim.......... Jika Cinta Adalah Pengorbanan Tumbuhkan Niat Dari Semua Pengorbananku Semata-mata Tulus Untuk-Mu Agar Aku Ikhlas Menerima Apapun Keputusan-Mu Ya Rabbii.......... Jika Rindu Adalah Rasa Sakit Yang Tidak Menemukan Muaranya Penuhilah Rasa Sakitku Dengan Rindu Kepada-Mu Dan Jadikan Kematianku Sebagai Muara Pertemuanku Dengan-Mu Ya Rabbii.......... Jika Sayang Adalah Sesuatu Yang Mempesona Ikatlah Aku Dengan Pesona-Mu Agar Damai Senantiasa Kurasakan Saat Terucap Syukurku Atas Nikmat Dari-Mu Ya Latif.......... Jika Kasih Adalah Kebahagiaan Yang Tiada Bertepi Tumbuhkan Kebahagiaan Dalam Hidupku Di saat Kupersembahkan Sesuatu Untuk-Mu Ya Muqalibal Qulubi.......... Hatiku Hanya Cukup Untuk Satu Cinta Jika Aku Tak Dapat Mengisinya Dengan Cinta Kepada-Mu Kemanakah Wajahku Hendak Kusembunyikan Dari-Mu Ya Qahhar......... Dunia Yg Engkau Benta

Kisah Nyata

Kisah nyata seorang mantan Pendeta Muda bernama Paulus F. Tengker sebagai bahan perenungan bagi kita umat Islam. Mengapa saya masuk Islam? Keterkaitan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yg saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh dan terkebelakang. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umat kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Saya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi yang luar biasa dan beberapa kejadian keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati. Bermimpi Yesus VS Isa AS. Bermula pada malam jumaat tanggal 11 January 2001 yang lalu, saya bermimpi sedang b

MARHABAN YA RAMAZAN

Sebentar lagi umat muslim akan bergembira, bersuka ria karna beberapa hari lagi pintu ampunan akan dibuka, pintu rahmat terbuka selebar lebarnya, dan peluang merdeka dari api nereka pun banyak kesempatannya bahkan semua syaitan2 akan dibelunggu di ikat sehingga mereka tak dapat bergerak selangkah pun. Itu artinya manusia akan bebas dan kusyuk melakukan ubudiah kepada Allah dalam kesempatan itu, kesempatan inilah yg tak ada dalam bulan lain kecuali bulan Ramazan,karna Ramazan bulan penyuci segala salah dan dausa, bulan pengampun, bulan pembunuh segala nafsu dan hasrat, bulan penambah rasa solidaritas dan toleransi, bulan seribu kebaikan, bulan beribu kejadian,bulan yg agung dan bulan penghulu segala bulan. Disaat sya'ban berakhir maka pintu gerbang Ramazan akan kita masuki. Sudahkan kita mempersiapkan diri lahir batin kita untuk memasuki kesempatan emas tersebut? Sebelum terlambat, kesempatan ini cuma terbatas tiga puluh hari atau kira +-720 jam yg semestinya kita pakai untuk mendap

MEREKA YANG MENDAPAT CINTA ALLAH

(1) Orang - orang yang berjihat di jalan Nya. Qur'an Surat As-Shaff. Ayat 4. (2) Orang - orang menyembah Allah seolah olah melihatnya. Qur'an Surat Al-Baqarah. Ayat 195. (3) Orang - orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Qur'an Surat Al-Baqarah. Ayat 222. (4) Orang - orang yg bertakwa. Qur'an Surat Ali Imran. Ayat 76. (5) Orang - orang yg bersabar. Qur'an Surat Ali Imran. Ayat 146. (6) Orang - orang yang bertawakkal. Qur'an Surat Ali Imran. Ayat 159 (7) Orang - orang berlaku adil Qur'an Surat Al-Maidah. Ayat 42. Itulah tanda dan ciri ciri mereka yg mendapat cinta Allah. Semoga kita termasuk kedalam nya. Amiinnn.

SEMBILAN TANDA JATUH CINTA

Kita sebagai insan punya rasa dan perasaan, sedih,duka,senang,gembira, ingin dan keinginan,suka dan kesukaan, kasih mengasihi, juga cinta dan mencintai, semua ini merupakan kelebihan tersendiri yg telah Allah Anugerahi pada setiap mahkluk golongan insani. Perasaan "batiniah" itu punya tempat dan masa untuk kita ungkapkan. Sedih pada bukan hak dan milik kita dilarang dalam agama, senang atas derita orang lain juga di tegah dalam islam,yg pasti semua perasaan itu tempat dan hakikatnya haruslah di fahami. Begitu juga dengan perasaan cinta, kita harus fahami kemana cinta itu yg haq kita cintai, kita tahu, cinta kepada anak,istri,harta,jabatan dan lain hal tidak dilarang dalam agama, namun lebih dari cinta itu ada satu cinta yg harus kita utamakan dan kita numberonekan dan inilah hakikat cinta yg harus kita cintai. Tak boleh kita mencintai harta anak istri bila disitu tak ada kesempatan untuk kita mencintai Allah. Apalagi bila kita mencintai mereka membuat lebih jauh kita dari men

Cintalah Yang Mengerakkan Segalagalanya.

Berbicara Cinta sama artinya berbicara sesuatu yg tak dapat dilihat dan disentuh, cinta tak nampak pada pandangan namun cinta nyata dalam kenyataan karna Cinta peka terhadap panca indra, cinta tak dapat berwujud bentuk, sehingga cinta luput dari sorotan dua biji mata, cinta tak dapat bicara karna ia tak ada suara, sehingga gelombang radiasi fokal tak tertangkap oleh penerima radiasi yaitu daun telinga, dan cinta tidak berbau sehingga lepas dari pantauan dan bidikan hidung, juga cinta tak punya rasa, sehingga pahit dan manis tak sanggup lidah bedakan. Sungguh cinta buta dalam segalagala. *1* Cinta, barang siapa yg memilikinya ia bisa gila. Cinta, bila melekat pada sesorang ia akan lupa segalagala. Cinta, tak mengenal perbedaan ruang dan waktu serta masa, remaja dan dewasa, miskin dan kaya, hina dan mulia, dimata cinta semua itu sama. Betapa besar magnet cinta, ia mampu menarik dari jauh menjadi dekat, dan menolak dari dekat hingga menjauh. Cinta, ia selalu membutuhkan korban. Luar bisa

MENGHAMBAKAN DIRI KEPADA NAFSU ATAU KEPADA ALLAH?

Manusia sudah merupakan ketentuan dari Sang Pencipta di lahirkan ke dunia hanyalah untuk sebuah pengabdian(menjadi hamba), jiwa dan raganya pun Allah ciptakan untuk mendukung fungsioanal ini. Kegagahan yg bagaimana pun bentuk konstruksi nya tetap ia berasal dari "segumpal darah" Q.S.Al-'Alaq.2. Dengan kata lain, manusia tidak mampu memuas dan memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa terhubung satu sama lain, dengan ini manusia adalah mahkluk lemah, sebab lemahnya maka posisinya harus menjadi hamba pada yg kuasa. Menghambakan diri diantaranya, patuh, taat,tunduk,bakti,cinta,dll, Disinilah timbul pertanyaan, kepada "kuasa" yg manakah seorang insan muslim seharusnya menyembah dan menghambakan diri? Qur'an surat 51/Az-Zuriat Ayat 56 Allah memberi jawapan, "Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk Menyembah. Muslim berkewajiban taat dan mengikuti seseorang, adakah ia pemimpin Negara, Pemimpin Masyarakat, Pemimpin Keluarga,dll, bila pemimpin tersebut se

HIDAYAH

Hidayah adalah petunjuk Allah yg disampaikan kepada hambaNYA, yg dengan petunjuk itu mereka mendapatkan kebenaran sejati. Sebalik dari Hidayah adalah Dhillalah/Dhillun iaitu kesesatan. Kesesatan adalah, sesuatu yg kita yakini benar menurut logika manusia padahal ia tersalah di hadapan Allah. Dalam Al-Quran kata hidayah dan dhillalah sangat sering di ulang-ulangi, hal itu menunjukkan orang yg sesat tidaklah sedikit, dan orang yg mendapatkan hidayah juga sangat banyak. Yg inti persoalannya mulai Nabi Adam hingga Yaumilqiamah manusia hanyalah dua golongan sahaja, Terpetunjuk dan Tersesat. Akal manusia termasuk juga dalam hidayah ilahi, karna dengan akal, manusia bisa membedakan baik buruknya pada sesuatu, dengan akalnya manusia juga bisa tau harga diri,rasa malu dan bermacam perasaan moral lainnya, namun akal manusia bukanlah kebenaran sejati, karna memang keterbatasan kita yg telah Allah tetapkan sehingga apa yg kita lihat dan fikirkan belum tentu sesuai dengan realita kejadian. "ki

JANGAN MINTA ALLAH MURKA

Al-Quran sebagai pedoman umat muslim tidak cuma membicarakan tentang hukum dalam ber 'ubudiah hamba dengan Ilahnya sahaja, akan tetapi dalam Al-Quran banyak juga dikisahkan tentang bagaimana kisah perjalanan sejarah anak Adam dalam status sebagai khalifah pewaris bumi ini, baik disegi ketaatan atau dalam bidang keingkaran mereka, yg tak lain tujuanNYA selain menjadi Ibrah dan mauizah hasanah bagi kita kaum yg mengaku dan berikrar ahli dari Dinul Islam. Ibrah kali ini, mari kita perhatikan kembali sepotong ayat Allah, surat An-Nahl Ayat 112. Yg terjemahannya kira-kira begini: " Dan Allah telah membuat sesuatu perumpamaan dengan sebuah negeri yg dulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat nikmat Allah, karna itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yg yg selalu mereka perbuat". Dalam ayat tersebut, Allah memberi gambaran tentang kehidupan satu pendudu

"Sikecil" DARI SEKIAN BESAR AJARAN ISLAM.

Satu hari Ainsyah duduk di rumah melepaskan lelah bersama suami tercintanya Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah Yahudi seraya mengucap "assamu alaikum" mereka menggantikan lafal Assalamulalaikum sebagai penghinaan atau pelecehan terhadap ajaran Nabi yg satu ini. Nabi menjawab dengan tenang "wa alaikum". Beda dengan reaksi Istrinya, Ainsyah gemas dan berteriak, kalianlah yg celaka! Rasul pun menegur, "hai Ainsyah, jangan engkau ucapkan sesuatu yg keji, sebab kekejian itu andainya Allah menampakkan gambarannya niscaya nampaklah sesuatu yg buruk. Kemudian Rasul bertanya, kenapa engkau harus marah? "ya Rasul, bukankah engkau telah mendengar apa yg mereka ucap? mereka jelas2 menghina kita". "ya, aku mendengarnya, tapi aku telah menjawabnya "wa alailkum"(dan atas kalian) dan itu sudah cukup" Manusia Agung, Nabi Muhammad telah dan lagi-lagi memberi pelajaran kepada kita, dalam hal "sikecil" Beliau telah menunjukkan sesuatu kepr

MAMPUKAH ISLAM MENGATUR KEHIDUPAN MU DAN NEGERI KU?

Qur'an Surat Thaha Ayat 124, dengan terjemahannya kira-kira begini: " Dan barang siapa yg mengabaikan/berpaling dari peringatan Ku (hukum-hukum Ku), maka sungguh baginya dipenuhi dengan derita dan sengsara" Dalam muradul ayat, jelaslah bahwa kita secara individu baik dalam keluarga atau dalam bernegara wajib melaksaknakan Hukum yg telah Allah tetapkan, dimana Allah melalui SyariatNYA telah mengatur segala aspek kehidupan kita dengan tujuan membawa kehidupan yg gelap tanpa arah ini menuju ke kehidupan yg terang benderang dengan cahaya Hidayahnya. Andai kita mau berpaling (tidak mematuhi aturanNYA) maka bersiaplah kita untuk derita dan sengsara hingga kehidupan kita jadi sempit karna tidak dicurahkan Rahmat dan petunjukNYA. Adakah kita masih ragu membawa islam? Syariat Islam sangatlah sempurna, karna ketentuan Hukum pada sesuatu perkara dan masalah adalah untuk melindungi hak setiap individual baik itu manusia, tumbuh-tumbuhan,binatang dan sebagainya, dimana keputusan suatu

PRODUK INSANI VS PRUDUK ILAHI

Manusia tidak pernah lepas dari kepentingan atau interesnya. Kapan dan di mana saja, manusia selalu membawa kepentingannya. Baik ketika mereka berhasil berada di pucuk maupun mereka masih betah di akar, apakah ia pemimpin yg lagi memimpin apalagi rakyat yg selalu melarat. Sering hidup ini diarahkan untuk sebuah kepentingan. Ketika berpikir dan mengabambil keputusan, manusia pun tetap terpengaruh dan tak bisa lepas dari interesnya. Oleh yg demikian kesimpulan pemikirannya sering dipengaruhi oleh kondisi dan situasi insani pada waktu tersebut. Jika ia berada dalam keadaan susah, suasana kesusahannya tercermin dalam pemikirannya. Begitu sebalik. Hal ini sudah menjadi sifat manusia yg ditakdir Allah lemah dalam segala-galanya. Disitulah Perlu aturan (hukum)kokoh dan komit yg mengatur arah hidup dan kehidupannya. Dalam hai demikian Manusia pun mencoba membuat "Hukum" / aturan sendiri yg mengatur tata cara hidup dan kehidupan. dengan segala daya manusia memikir dan bermusyawarah

Salam Uhkwah Islamiah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu warizdwanuh. Pertama sekali saya ingin mengucapkan Ahlan Wasahlan kepada Akhie/Uhtie Ihwanul Muslimin atas keringanan waktu sengaja mampir atau terseret arus sehingga tibalah di istana mewah saya di alam maya ini. Sebagai kata-kata mukaddimah, izinkan saya belajar melampiaskan emasional dengan cara menuangkan segala uneg-uneg yg terlintas di pikiran atau terbayang dalam ingatan dengan tujuan menerima dan jika bisa berbagi ilmu pengetahuan baik itu masalah duniawiah atau uhrawiah, yang intinya semampu mungkin untuk menjadikan mamfaat dunia wal akhirah. dari itu, kekurangan dan kejanggalan pasti jelas pada diri saya nantinya, sebab saya masih pelajar sudah pasti saya masih kurang ajar bahkan ingin diajar dengan berbagai pelajaran dan tak memilih siapa yang akan mau ajar saya. Akhirnya, Jika tidak berkenan dengan apapun tentang saya, saya meminta dua saja dari Antum, pertama, maaf sebesar - besarnya, kedua, tinggalkan komentar. Billahi Sabilil H

SYARIAT ISLAM DI ACEH DIMATA MASYARAKAT AWAM

Berbicara tentang tegaknya Syari'at Islam di Aceh, sangatlah unik dan spesifik, hampir sepuluh tahun UU Pemberlakuan Syari'at Islam disahkan oleh Pemerintah, kenyataannya dalam hal urusan sehelai kain pun belum nampak keberhasilannya. Itu menurut apa yg terliat oleh mata orang umpama mata saya. Saya bermaksud tidak menyalahkan dalam fenomena ini, cuma terlintas dibenak nurani, apakah pemerintah kita ihklas memberi dan menerima pemberlakuan Syari'at Islam ini?? Atau seginilah Syari'at yg boleh di terapkan ia harus terbatas pada urusan 'Ubudiah dan Amaliah sahaja? Atau memang hati kita yg sudah keras membatu sehingga tidak mau percaya dan mengamalkan UU Ilahi Zat yg tiap hari kita sembah? Itulah pertanyaan yg membingungkan saya ketika melihat dan mendengar orang rame-rame teriak islam kaffah.Dari kenyataan ini, kita khawatir mungkin Allah telah menggolongkan kita ke kelompok yang mengolok-olok Syariat, garis kerasnya 'munafikun' (berbuat tak serupa cakap), n