Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

KISAH KASIH ACEH - INDONESIA - MALAYSIA

Aceh laksana seorang gadis rupawan yang menjadi incaran banyak pemuda sejak dahulu kala. Walaupun telah lama dipinang oleh lelaki yang bernama Indonesia. Namun jalinan kasih indah yang pernah terjalin dengan Malaysia, ternyata tidak mudah untuk dilupakan hingga kini. Umpama tersebut tidaklah berlebihan untuk di sanding dengan kondisi Provinsi Aceh hari ini. Panorama alam yang indah, adat istiadat dan budaya islam yang kental serta Sumber Daya Alam yang berlimpah ruah telah menyebabkan daerah ini menjadi rebutan dari dahulu kala.

TEUKU RAJA SABI

Anak panglima perang Aceh itu digelari Belanda Putra Raja Wali. Darah Teungku Syik Di Tunong dan Cut Mutia yang mengalir dalam tubuhnya, menjadikannya sebagai spirit perjuangan bagi rakyat Aceh di Kereutoe. Teungku Syik Di Tunong, bisa tersenyum saat dieksekuisi hukuman tembak mati oleh Belanda di Lhokseumawe. Panglima perang Aceh itu pergi dengan tenang setelah Cut Mutia, istrinya, bersedia dan bersumpah akan melaksanakan dua pesan terakhirnya, yakni menikah dengan Pang Nangroe, yang akan menggantikannya sebagai panglima perang melawan Belanda, dan membesarkan anaknya, Teungku Raja Sabi menjadi panglima perang yang tangguh.

KISAH NYATA DARI TANAH ARAB

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan banyak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya. Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri) Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.

PERDEBATAN ILMUWAN ATHEIS DENGAN ABU HANIFAH (IMAM HANAFI)

Pada zaman Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi), hiduplah seorang ilmuwan besar Atheis dari kalangan bangsa Romawi. Pada suatu hari, ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berpikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. ia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak orang yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke-atas mimbar. Ia menantang siapa saja yg mau berdebat dengannya. Dan diantara shaf-shaf masjid, berdirilah seorang laki-laki muda. Dialah Abu Hanifah (Imam Hanafi), dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, Abu Hanifah berkata : "Inilah saya, hendak bertukar pikiran dengan tuan."

Keajaiban Matematika dalam Al-quran

Keajaiban Al Quran dilihat dari sisi kandungannya telah banyak ditulis dan diketahui, tetapi keajaiban dilihat dari bagaimana Al Quran ditulis/disusun mungkin belum banyak yang mengetahui. Orang-orang non-muslim khususnya kaum orientalis barat sering menuduh bahwa Al Qur’an adalah buatan Muhammad. Padahal kalau kita baca Al Qur’an ada ayat yang menyatakan tantangan kepada orang-orang kafir khususnya untuk membuat buku/kitab seperti Al Quran dimana hal ini tidak mungkin akan dapat dilakukannya meskipun jin dan manusia bersatu padu membuatnya. Tulisan singkat ini

Wasiat Endatu Wangsa Acheh

by Zulfadlie Kawom Wasiat Endatu Wangsa Acheh, Nabi Khiddir As, Pada Syèch Abdul Rauf Syiah Kuala Dan Sulthan Iskandar Muda di Istana Kutaraja, Tersurat dalam Naqal Syèc Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 H. Negeri Acheh akan ditimpa bala bencana Bahwa dalam tahun 1320 H. Negeri Acheh dikalahkan oleh Kerajaan "Ba" (Belanda), yang datang dari pihak barat. Bahwa beberapa lama kemudian lebih kurang 40 musem. Kerajaan "Ba" (Belanda), dikalahkan oleh Kerajaan "Jim" (Jepang), yang datang dari pihak matahari terbit. Bahwa lebih kurang empat musem Kerajaan "Jim" (Jepang), menguasai Negeri Acheh, tiba-tiba ia keluar dalam sekejab mata, karena dikalahkan oleh praja (syimbol) Ajam, praja gajah, praja beruang, praja singa ( Sekutu ) dan barang sebagainya .

Tragedi Tengku Bantaqiah Beutoeng Ateuh, Aceh Barat

Selain menguras habis kekayaan alam Aceh, rezim Suharto juga melancarkan genosida atas Muslim Aceh. Yang terkenal adalah masa DOM atau Operasi Jaring Merah (1989-1998). Banyak peneliti DOM sepakat jika kekejaman rezim ini terhadap Muslim Aceh bisa disetarakan dengan kekejaman yang dilakukan Milisi Serbia terhadap Muslim Bosnia di era 1990-an. Wilayah Aceh yang sangat luas, sekujur tanahnya dijadikan kuburan massal di sana-sini. Muslim Aceh yang berabad-abad hidup dalam izzah Islam, dihinakan oleh rezim fasis Suharto serendah-rendahnya.

Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft

Oleh: Chik Rini [Mantan Wartawan Analisa Terbitan Medan] Sebuah bus memasuki terminal Lhokseumawe pada suatu pagi buta sekitar tiga tahun lalu. Terminal masih sibuk. Warung kopi dan rumah makan masih buka. Agen tiket bus masih melayani belasan penumpang, yang hendak berangkat ke Banda Aceh atau Medan. Barisan becak mesin juga masih parkir depan terminal. Pengemudinya menunggu penumpang. Angin malam sekilas membawa bau amis yang berasal dari hamparan empang yang terletak di seberang terminal. Sejurus di kejauhan, di atas belukar hutan bakau, langit tampak merah membara oleh cahaya api. Semburan api raksasa itu keluar dari beberapa tower yang ada di ladang penyulingan gas alam cair milik PT Arun LNG.

Refleksi: Siapakah Orang Aceh?

Oleh Kris Bheda Somerpes Pada pertengahan April 2008 saya bergabung dengan Sunspirit For Justcice and Peace, sebuah lembaga swadaya masyarakat lokal-nasional yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan perdamaian berbasis komunitas di wilayah Aceh Barat. Awalnya saya agak keberatan ketika diajak bergabung, lantaran image tentang Aceh dalam ruang kepala saya dilukiskan sebagai sebuah wilayah yang mengerikan, penuh pergolakan dan bergejolak. Kesan ini tentunya amat beralasan bagi seseorang yang belum pernah mengenal Aceh secara lebih dekat dan mendalam seperti saya.

Sultan yang Terlupakan

Oleh M Adli Abdullah Baru baru ini, 21 April 2012, penulis bersama Abdurahman SH MH (sekretariat Majelis Adat Aceh), Dr Suhaimi SH MH (staf pengajar Fakultas Hukum Unsyiah) didampingi oleh Murizal Hamzah (wartawan), menziarahi makam Sultan Aceh, Muhammad Daud Bin Tuanku Zainal Abidin Alaiddin Syah (1878-1939). Sultan ini rela mengorbankan dirinya demi marwah bangsanya dan tidak mau tunduk kepada penjajah, sehingga Sultan Aceh ini diasingkan oleh Belanda. Dia diasingkan bersama anaknya Tuanku Raja Ibrahim berserta kerabat istana lainnya pada tahun 1907. Sultan meninggal dalam buangan pada hari Denin, 6 Februari 1939, dan dimakamkan di Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta.

Raja Ubit

Raja Ubiet adalah Raja Keumala-Tangse, Aceh Pidie yang membawa pengikut dan keturunannya ke Gunung Itam di gugusan Bukit Barisan di Nagan Raya untuk menghindari kejaran penjajah Belanda. Mereka hidup secara tradisional mengandalkan kemurahan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka hidup dalam peradaban yang nyaris tanpa sentuhan modernisasi.

Lebuh Acheh Mosque

REFLECTING the earliest Muslim urban community in Penang, the Acheen Street Mosque and its surrounding complex is historically and architecturally important to George Town as a living heritage site. Also known as Masjid Melayu Lebuh Acheh (Malay Mosque) it was founded by Tengku Syed Hussain Al-Aidid, an Achehnese Royal of northern Sumatra in 1808. Read here for a little insight on why Francis Light invited Syed Hussain to settle in George Town.

JEJAK RASUL TV3 KE 11 - SEJARAH ACHEH

FENOMENA MASJID BAITURRAHMAN DI BANDA ACHEH Saya begitu tertarik dengan fenomena Masjid Baiturrahman di Banda Acheh masih tegak gagah berdiri walaupun struktur-struktur bangunan lain tersungkur ditelan tsunami. Ini adalah pertanda kebesaran Allah swt.

Proklamasi Kemardekaan

INDONESIA P R O K L A M A S I Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta Sumber : http://enda.goblogmedia.com/demi-bangsa.html" title="http://enda.goblogmedia.com/demi-bangsa.html" target="_blank"http://enda.goblogmedia.com/d... NII

Indahnya Karunia Allah di Dalam Menikah

Islam adalah agama sempurna. Kesempurnaannya sebagai sebuah sistem hidup dan sistem hukum meliputi segala perkara yang dihadapi oleh umat manusia. Firman Allah Swt: ÙˆَÙ†َزَّÙ„ْÙ†َا عَÙ„َÙŠْÙƒَ الْÙƒِتَابَ تِبْÙŠَانًا Ù„ِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (TQS. An-Nahl [16]: 89) Islam merupakan agama fitrah. Artinya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Di dalam Islam,

Suburnya Aliran Sesat di Indonesia

Oleh Hartono Ahmad Jaiz Kampus UI (Universitas Indonesia) di Depok Jawa Barat, menggelar seminar di lingkungan FISIP UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) berjudul "Indonesiaku Subur Aliran Sesat". Seminar itu dalam rangka pengajian bulanan, berlangsung Senin 26 November 2007, menghadirkan nara sumber: M Amin Djamaluddin ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) yang juga anggota Komisi Pengkajian dan Pengembangan di MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Hartono Ahmad Jaiz penulis buku-buku Islam di antaranya "Aliran dan Paham Sesat di Indonesia".

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Gua Ilmu Di Ashabul Kahfi Sydney

Malam-malam pada bulan Juli di Sydney adalah malam-malam yang akan membuat siapa saja menggigil kedinginan. Tetapi, dinginnya malam di musim dingin ini tidak menyurutkan semangat warga negara Indonesia yang tinggal di sekitar Wiley Park, Sydney untuk mengikuti pengajian dua mingguan di Ashabul Kahfi. Dengan berpakaian tebal untuk melawan dingin, peserta pengajian yang berasal dari latar belakang usia dan suku yang berbeda-beda terlihat begitu antusias mengikuti kajian Islam pada malam itu.

Malahayati, Laksamana Wanita Pertama di Dunia

MEMBICARAKAN perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini. Salah satu pahlawan perempuan ini jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya. Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati. Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Wanita ini merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI. Putri dari L

Runtuhnya Mitos R.A Kartini Dan Rekayasa Sejarah

Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini? Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik ‘pengkultusan’ R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia (Satu Abad Kartini 1879-1979, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4). Dari penelusurannya itu dia menyimpulkan jika Sebenarnya kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Saf