Skip to main content

Lebuh Acheh Mosque

REFLECTING the earliest Muslim urban community in Penang, the Acheen Street Mosque and its surrounding complex is historically and architecturally important to George Town as a living heritage site.

Also known as Masjid Melayu Lebuh Acheh (Malay Mosque) it was founded by Tengku Syed Hussain Al-Aidid, an Achehnese Royal of northern Sumatra in 1808. Read here for a little insight on why Francis Light invited Syed Hussain to settle in George Town.

“Being one of the oldest mosques in Penang to survive largely in its original form, the Mosque is historically important as it is the focal point for the spread of Islam in Penang Island. It was also a hub of various activities for pilgrim brokers, ticketing agencies, bazaar traders, hotel, shops and printing presses” (Dr A Ghafar Ahmad, 1996)

This week, we also showcase as a feature piece, an informative article by theSun on the inter-cultural and inter-racial dynamics that had once thrived in Lebuh Acheh.


Comments

Popular posts from this blog

SEJARAH PERNYATAAN PERANG ACEH DENGAN BELANDA

Jika dibuka kembali sejarah perjalanan konflik Aceh, dapat disebut bahwa tanggal 26 Maret 1873 merupakan akar munculnya persoalan Aceh, yang masih terasa imbasnya sampai sekarang. Kerajaan Belanda melalui Nieuwenhuyzen, Komisaris Gubernemen Belanda mengeluarkan maklumat dan pernyataan perang terhadap kerajaan Aceh tepat tanggal 26 Maret 1873 di atas sebuah kapal perang Citadel van Antwerpen bersamaan dengan pendaratan perdana serdadu Belanda di sekitar Ulee Lhe, Banda Aceh. Pernyataan perang ini dikeluarkan karena kerajaan Aceh tidak mau tunduk di bawah dominasi Belanda, tidak mau melepaskan kewenangannya mengontrol selat malaka. Belanda bahkan menuding pejuang Aceh telah melakukan perompakan di selat Malaka tersebut, dan melakukan sabotase atas kapal-kapal dagang Belanda. Tak hanya itu, tindakan kerajaan Aceh membangun hubungan diplomatic dengan Kerajaan Turki serta dengan beberapa Negara lainnya seperti Perancis, Italia dan Amerika membuat kerajaan Belanda sangat marah dan mendorong...

Begitu Sangat Agresifnya Kristenisasi di Aceh

BANDA ACEH (voa-islam.com) - Begitu agresifnya para missionaris Kristen memurtadkan bangsa Aceh sejak negeri ini dijajah oleh Portugis, Belanda, dan Jepang. Sekalipun usaha-usaha kristenisasi itu sangat bertentangan dengan SKB Tiga Menteri dan UU Penodaan Agama No.1 Tahun 1945, menyebutkan setiap pemeluk agama yang disahkan oleh Negara Indonesia, tidak boleh diajak memeluk agama lain dengan cara apapun.

Rincong

Rencong atau Rincong atau Rintjoeng adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh dan merupakan simbol keberanian, keperkasaan, pertahanan diri dan kepahlawanan aceh dari abad ke abad.Menurut salah satu sumber Rencong telah dikenal pada awal Islam Kesultanan di abad ke-13.Aceh sebagai sebuah kekuatan tentera terpenting di dunia Melayu dengan persenjataan yang lengkap. Kerana hubungan internasional dengan dunia barat, bentuk rencong juga mulai mengikuti perkembangannya, terutama Turki dan anak benua India.