Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Menelesuri jejak Sejarah Aceh di Kota Salem, Amerika Serikat

by   spedaonthel “…Seperti tersembunyi dibalik debu sejarah, tidak banyak yang tahu bahwa Aceh dan Kota Salem, Massachusetts, Amerika Serikat mempunyai hubungan yang sangat erat di masa lampau…” Oleh Abdul Razak M.H. Pulo (seorang dokter asal Aceh, FK Unsri, Palembang)

Menelesuri Jejak Aceh di Tanah Arab

”Asyi”, sebutan marga Aceh dikalangan orang Arab. Gelar Asyi ini adalah merupakan sebuah pengakuan identitas bagi setiap orang Aceh di Arab Saudi yang terhormat, sehingga gelar "al-Asyi" ini kemudian bisa dikatakan sebagai salah satu marga Aceh yang wujud di Tanah Arab. Sebutan negeri Aceh adalah tidak asing bagi sebagian orang Arab walaupun sekarang hanyalah

Menelusuri Jejak Aceh di Narathiwat Thailand

OLEH YUNARDI , Atase Pendidikan di KBRI Bangkok BENTANG alam dan suasana perkampungan antara Provinsi Yala dan Narathiwat mirip sekali dengan suasana di Aceh. Hamparan sawah dan kebun karet terlihat dominan selama perjalanan. Sekolah atau madrasah di tepi jalan dipenuhi anak-anak berseragam sekolah. Yang paling khas adalah anak-anak perempuan berwajah Melayu atau campuran Melayu-Thailand semuanya berjilbab, sangat mirip dengan suasana di Aceh.

Teuku Umar

Teuku Umar  Pahlawan Yang Sangat Berpengaruh Di Aceh Oleh: Surya Okta  11 Februari 1899 atau 109 tahun lalu, bertepatan bulan Ramadhan, Teuku Umar tersungkur jatuh dihantam peluru Belanda di Suak Ujong Kalak, Meulaboh, saat para pejuang sedang menunaikan sahur, beliau langsung roboh dan syahid dalam usia yang sangat produktif yaitu 45 tahun, seluruh pasukan kacau balau, sebuah takdir dan ketetapan Allah berlaku. Menurut beberapa sumber kematian tersebut disebabkan peluru yang bersarang di dada sebelah kiri dan juga di usus besar. Jenazah Ampon Meulaboh dibawa lari, ada versi mengatakan pelarian melalui Pucok Lueng, Suak Raya tepatnya di dusun —kemudian diberi nama Dusun Kubah Pahlawan, terus dilarikan ke Rantau Panyang – Pocut Reudep – Pasi Meungat dimana beliau sempat dikuburkan selama 6 bulan disamping sang ibunda dan

Membangun Aceh dengan Wasiat Raja

Penulis: Fithriady Ilyas Dalam perjalanan individu, keluarga, masyarakat dan negara, sejarah merupakan modal dan inspirasi dalam meraih kecemerlangan di masa yang akan datang. Melupakan dan meninggalkan sejarah gerbang menuju sebuah kehancuran. Bagaimana tidak, Ia akan jatuh ke dalam lobang yang sama dua kali. Aceh memiliki sejarah yang cukup kaya, baik sejarah keemasan dan sejarah kehancuran. Dimana dapat menjadi teladan dan pembelajaran dalam membangun Aceh masa kini dan yang akan datang.

Tundukkan Pandangan Agar Hati Menjadi Tenang

“ Maka barangsiapa yang durhaka dan mengutamakan kehidupan dunia, sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Adapun orang yang takut akan kebesaran Allah dan menahan dirinya dari gejolak nafsunya, sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya“. (QS. An-Naazi’at(79): 37-41)  Alhamdulillah Ya Allah, sungguh kebesaran dan kesempurnaan kasih sayang-Mu benar-benar begitu mengesankan. Meskipun Engkau kami khianati setiap saat, walaupun telah Engkau saksikan dengan jelas kemaksiatan demi kemaksiatan yang kami lakukan setiap saat, tapi toh masih Kau limpahkan segala curahan nikmat yang tiada terputus setiap saat. 

Diwannirrajim

Oleh : Zulfadli Kawom Sekumpulan syaitan, dari berbagai tempat, tiba-tiba berkumpul. Rupanya mereka mau mengadakan rapat akbar di sebuah gedung, yakni sebuah gedung yang mereka bangun atas titah Raja Iblih (pimpinan tertinggi para syaitan). Semua syaitan itu terdiri dari berbagai jenis yang semuanya berpenampilan rapi, menggunakan safari, dasi dan sepatu mengkilat serta berkenderaan mewah. Ada syaitan dari jenis buroung tujoh, kangkang kuala, raja itam, ben sureeng, geunteut, jen paya dan lain-lain. Jumlah mereka kurang-lebih 50 syaitan dari berbagai abeuk, calouk, paya, glee, dan kuala. Setelah jumlah syaitan memenuhi quorum, pimpinan sidang syaitan yang bernama Raja Iitam, membuka rapat. “Salam syaitannirajim, saudara-saudara sekalian,” pimpinan sidang mengucapkan salam sebagai tanda dimulainya rapat. “Salam nirrajim Bapak Pimpinan.” para peserta menjawab dengan serentak. “Saudara-saudara sekalian yang sesat dan jahat hatinya,

Kisah Warga Pedalaman Keturunan Raja Ubiet

"Hanya Bisa Mengaji, Berobatpun dari Tanaman Hutan" Pagi menjelang siang di Pucuk Krueng Hitam atau Gunung Ijo. Kabut masih enggan beranjak, sehingga sinar matahari belum menembus ke permukaan tanah. Namun, geliat masyarakat pedalaman keturunan Raja Ubiet, telah beranjak menuju ladang yang merupakan satu-satunya mata pencaharian masyarakat setempat. Warga pedalaman keturunan Raja Ubiet pun terbiasa menikmati dan memanfaatkan hasil hutan, tetapi tidak merusak hutan, begitu kata mereka.Kesibukan pagi pun di mulai. Pihak laki-laki bekerja ke ladang, sementara sang perempuan disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, meski sesekali ikut membantu sang suami.

Matematika Vs Antri

Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.” “Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya. Inilah jawabannya: Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI.

BEGITU LUAR BIASA BERAT TUGAS SEORANG SUAMI

Dalam format berpikir bangsa kita, posisi seorang istri memang lebih merupakan abdi atau pembantu buat suami. Secara tidak sadar, kita menganggap semua itu berasal dari ajaran agama Islam. Seolah-olah kita mengatakan bahwa Islam telah mewajibkan para istri untuk melakukan banyak pekerjaan rumah tangga, layaknya seorang pembantu. Istri harus menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, memasak, pokoknya semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Waktunya akan tersita dengan pekerjaan sebanyak itu. Bahkan, waktu suami pulang, istri sudah lelah dengan pekerjaan rumah tangga hariannya. Tak ada waktu untuk melayani suami dan anak-anaknya. Lalu, seperti apa sebenarnya peran seorang istri dalam rumah tangganya? Apakah seorang istri memiliki kewajiban untuk melakukan semua pekerjaan itu? Bagaimaan Al-Quran, Sunnah dan para ulama memandang masalah ini? Ataukah ini hanya merupakan kesalahan persepsi bangsa kita saja?

PANGLIMA ISHAK DAUD DIMATA SAYA

Saat sekarang banyak sekali panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini sudah menjadi orang penting di pemerintahan Aceh. Banyak diantara mereka yang belum saya kenal karena tiba-tiba muncul saat perdamaian Aceh. Dari banyak panglima GAM, saya kok lebih terkenang pada Ishak Daud, mantan panglima GAM wilayah Peurelak. Teungku Ishak ini sudah almarhum, tetapi sepertinya beliau begitu hidup dalam pikiran saya sebagai wartawan yang pernah meliput lama di Aceh. Teungku Ishak Daud, Panglima GAM Saya mengenal almarhum Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Peurelak Aceh Timur tahun 2001. Saat itu saya diajak oleh senior saya Murizal Hamzah ke pedalaman Aceh Timur untuk bertemu beliau dan pasukannya.